Implementasi Sekolah Online

Pemerataan pendidikan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menjalankan sistem sekolah online. Masa pandemi yang belum berlalu bisa menjadi pembelajaran para sekolah untuk mulai mengimplementasikan sekolah virtual atau online ini.

Namun kenyataannya kurikulum yang dijalankan tersebut masih banyak menimbulkan ketimpangan. Baik itu dari segi medianya, jaringannya, maupun kesiapan siswa dan guru dalam menjalankan sistem belajar jarak jauh ini. Tentu saja sebenarnya mengimplementasikan sekolah secara online ini ada tahapan yang harus dilakukan oleh tiap sekolah.

Proses Implementasi Sekolah Virtual

Sebagaimana yang sekilas dijelaskan di atas, sekolah virtual atau online bisa dilaksanakan dengan optimal apabila ada kesiapan yang bagus dari berbagai hal.

Ada tahapan atau proses yang harus dipenuhi oleh sekolah tersebut sehingga bisa menjadi sekolah yang bagus dalam menerapkan pendidikan virtual atau jarak jauh. Apa saja tahapan yang dimaksud? Berikut di bawah ini beberapa uraiannya:

  1. Kesiapan Infrastruktur

 

Salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam pembangunan pendidikan jarak jauh adalah terkait infrastruktur sekolah-sekolah yang akan mengimplementasikan sekolah virtual. Mulai dari jaringan yang khusus disediakan untuk pembelajaran, hingga hal-hal lain yang bersangkutan.

 

  1. Kepemilikan Perangkat

 

Jika sekolah tatap muka mengandalkan buku kitab pelajaran, maka hal ini tentu berbeda dengan sekolah virtual yang mengandalkan perangkat. Tanpa adanya perangkat teknologi, tentu saja proses sekolah virtual ini tidak akan bisa berjalan dengan baik.

 

Perankat yang bisa digunakan mulai dari komputer, laptop, smartphone, dan sejenisnya. Salah satu diantara jenis perangkat ini harus dipastikan sudah dimiliki oleh semua pihak, baik itu pihak pelajar, pengajar, hingga para karyawan yang membantu berjalannya sistem sekolah online.

 

  1. Ketersediaan Perangkat Milik Sekolah

 

Selain perangkat yang dimiliki oleh pribadi, setidaknya sekolah juga harus menyediakan perangkat cadangan milik sekolah itu sendiri. Hal ini dilakukan agar para tenaga pengajar maupun pelajar yang tidak punya perangkat bisa meminjamnya. Sehingga proses belajar mengajar online jadi bisa terlaksana dengan baik.

 

  1. Jaringan Internet

 

Jaringan internet ini bisa masuk pada tahap persiapan infrastruktur. Namun jika infrastrukturnya sendiri masih belum diperbaiki, maka mau tidak mau pihak sekolah harus mengecek adanya koneksi internet pada setiap orang yang berkaitan dengan kegiatan sekolah online ini. Sehingga sebelum belajar online dilakukan, semua sudah siap dengan jaringan masing-masing.

 

  1. Pemilihan Platform

 

Untuk bisa melaksanakan sekolah virtual, tentu harus ada platform yang mewadahi kegiatan ini. Sekolah tidak hanya cukup dilakukan hanya dengan chat group di media chat online. Lebih dari itu, pihak sekolah harus punya pilihan media platform yang akan mendukung proses belajar mengajar jadi lebih interaktif.

 

Untuk memilih platform yang tepat, pihak sekolah bisa mempertimbangkan banyak hal seperti fitur yang ada di dalamnya. Contohnya adalah fitur menu ujian sekolah berbasis komputer.

 

Jika memang tidak ada menu tersebut, pihak sekolah juga bisa menggunakan standar aplikasi ujian berbasis komputer yang bisa dibangun sendiri oleh sekolah. Atau pihak sekolah bisa menggunakan aplikasi yang sudah ada.

 

  1. Modul

 

Sekolah tidak akan berjalan tanpa adanya modul sebagai pemersatu bahasan yang dipelajari dalam sekolah. Untuk sekolah jarak jauh, alias virtual, pihak sekolah bisa memilih menggunakan  buku digital sekolah. Buku digital ini bisa dalam format apapun, seperti misalnya powerpoint atau pdf.

Banyak orang mengatakan bahwa sekolah virtual tidak efektif dijalankan. Hal ini bisa salah dan bisa juga benar. Jika persiapan kurikulum sekolah online ini dipenuhi dengan optimal, maka bukan tidak mungkin untuk menciptakan sekolah virtual baru yang menjadi kebanggaan.

 

 

 

Tinggalkan komentar