Urbanistbox Manfaatkan Container Bekas Jadi Inkubator Bisnis

URBANISTBOX merupakan tempat kuliner, Dengan konsep semi {outdoor|outside|out of doors} dimana areanya berbentuk u-shapes yang terdapat sejumlah {area|space} yakni KEMAE Co-working, LAMAROWA Eatry, dan {area|space} {food|meals} {court|courtroom|court docket} yang disebut UBOX. BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini memberikan banyak manfaat bagi pelaku industri. Tak hanya itu, perkembangan teknologi juga memicu pertumbuhan industri yang semakin pesat sehingga berfek pada tingkat persaingan bisnis.
Persaingan bisnis yang semakin ketat itu membuat pelaku bisnis berupaya untuk menghasilkan terobosan-terobosan baru dalam rangka memenuhi ekspektasi bisnis. Sebagai mana {study|research|examine} ekonomi yang mengajarkan untuk memaksimalkan peluang dengan potensi-potensi yang dimiliki.
Untuk itu, pelaku industri maupun pelaku ekonomi kreatif melakukan proses inovasi sehingga mampu menjawab tantangan dan memberikan terobosan baru dalam pengembangan bisnis. Seperti pemanfaatan barang yang tak terpakai lagi.
Pemanfaatan barang-barang bekas itu kerap dilakukan untuk mengefisiensikan pengeluaran yang tentunya masih menakar nilai fungsi dan estetika. Seperti yang dilakukan beberapa pelaku usaha di Makassar yang menciptakan inkubator bisnis dari container tak terpakai.
Inkubator bisnis yang diberi nama Urbanistbox itu merupakan sebuah wadah bagi pelaku bisnis maupun komunitas yang ada di makassar. Untuk menarik minat pelaku usaha untuk bergabung dalam inkubator tersebut, urbanistbox membangun {area|space} dengan konsep yang unik.
Memanfaatkan container bekas yang tak terpakai, urbanistbox mendesign inkubator bisnis dengan tampilan yang berbeda dari yang lain. Container dijadikan sebagai bangunan utama sebagai fasilitas bisnis.
Terdiri dari 7 buah container tak terpakai yang disusun membentuk huruf U dan disusun menjadi dua tingkat yang tentunya menggunakan alat berat dalam penyusunannya. Susunan container yang membentuk huruf U (U-Box) tersebut lantas dijadikan sebagi foodcourt.
“Susunannya didesign berterap-terap, jadi kalau dilihat dari atas akan terlihat seperti huruf U. Selain itu kita juga mengecat dengan berbagai warna supaya menjadi daya tarik buat pengunjung. Pengerjaannya kita mulai dari bulan Februari lalu, termasuk peninjauan lokasi dan pembersihan untuk penempatannya,” ungkap pengelola Urbanistbox, Fajar kepada Bisnis Sulawesi saat di temui beberapa waktu lalu.
Container itu diperuntukkan bagi industri kreatif seperti makanan dan minuman. Melihat kondisi container yang relatif sempit, maka penggunaan continer itu dimaksudkan sebagai dapur bagi pelaku industri kreatif. Sedangkan bagi pengunjung disediakan {area|space} untuk menikmati aneka menu di sekitar container.
“Untuk {food|meals} {court|courtroom|court docket} sendiri Ada {13|thirteen} tenant yang disediakan bagi pelaku industri keratif. dari {13|thirteen} tenan sudah terisi 10. container-container tersebut merupakan dapur untuk membuat aneka makanan dan minuman,” imbuhnya.
Penggunaan container sebagai wadah sudah banyak dilakukan di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Makassar. Namun, dia menuturkan penggunaan container sebagai foodcourt dengan konsep {outdoor|outside|out of doors} yang ada di Makassar pertamakali dilakukan Urbanistbox.
Dia mengungkapkan untuk mendapatkan 7 unit container bekas teraebut dibutuhkan modal ratusan juta rupiah, namun pengelola enggan menyebutkan nominal secara {detail|element}.
“Banyak cara untuk membuat seperti berada dalam container, tapi untuk merasakan sendiri sensasi di dalam container itu yang susah,” ungkapnya.
Diungkapkan ide membuat inkubator bisnis dari container bekas tersebut terinspirasi dari southbox yang ada di Jakarta. Selain didesign dengan konsep yang unik dan {modern|trendy|fashionable}, ubox juga memberikan kesan elegan namun minimalis serta nuansa industrial yang melengkapi konsep kreatif Urbanistbox. / Hasroni.

Tinggalkan komentar